INTEGRASI DIGITAL BUSINESS DAN ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG): MODEL KAPABILITAS DINAMIS UNTUK KINERJA BERKELANJUTAN PERUSAHAAN

Penulis

  • Sharon C. C. Angela Karu
  • Jan Tikoalu
  • M.Si
  • Gede Erik Aktama

Abstrak

Konvergensi antara transformasi digital dan agenda keberlanjutan Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi imperatif strategis baru dalam lanskap bisnis global. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana kapabilitas bisnis digital mempengaruhi kinerja berkelanjutan perusahaan, serta menganalisis peran mediasi ganda dari inovasi model bisnis digital (digital business model innovation/DBMI) dan integrasi praktik ESG. Penelitian kuantitatif ini menghimpun data empiris melalui survei kuesioner terstruktur terhadap 210 manajer puncak dan eksekutif keberlanjutan pada perusahaan berbasis teknologi dan korporasi terdigitalisasi di Indonesia. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil pengujian menunjukkan bahwa: (1) kapabilitas bisnis digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi model bisnis digital (β = 0,522; p < 0,001), integrasi ESG (β = 0,458; p < 0,001), dan kinerja berkelanjutan perusahaan (β = 0,205; p < 0,001); (2) inovasi model bisnis digital (β = 0,412; p < 0,001) dan integrasi ESG (β = 0,385; p < 0,001) berpengaruh kuat terhadap kinerja berkelanjutan; dan (3) inovasi model bisnis digital (indirect effect β = 0,215; p < 0,001) serta integrasi ESG (indirect effect β = 0,176; p < 0,001) memediasi secara signifikan pengaruh kapabilitas bisnis digital terhadap kinerja berkelanjutan. Model penelitian ini menjelaskan 67,2% variansi kinerja berkelanjutan perusahaan (R² = 0,672). Temuan ini membuktikan bahwa sinergi antara kapabilitas teknologi digital dan tata kelola keberlanjutan ESG menciptakan keunggulan kompetitif masa depan yang bernilai tinggi bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-15

Terbitan

Bagian

Articles