KEPERCAYAAN KONSUMEN DALAM EKOSISTEM BISNIS DIGITAL: TATA KELOLA PRIVASI DATA, KEAMANAN SIBER, DAN KEPUTUSAN TRANSAKSI BERKELANJUTAN
Abstrak
Di tengah maraknya kebocoran data dan ancaman siber dalam ekonomi digital, keputusan transaksi berkelanjutan konsumen sangat bergantung pada jaminan perlindungan informasi pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tata kelola privasi data dan kapabilitas keamanan siber terhadap keputusan transaksi berkelanjutan konsumen digital, serta menganalisis peran mediasi kepercayaan digital (digital trust). Penelitian kuantitatif ini mengumpulkan data survei dari 310 konsumen digital di Indonesia yang aktif bertransaksi pada lokapasar dan dompet digital. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0. Hasil pengujian membuktikan bahwa: (1) tata kelola privasi data berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan digital (β = 0,432; p < 0,001) dan transaksi berkelanjutan (β = 0,182; p < 0,01); (2) kapabilitas keamanan siber berpengaruh positif terhadap kepercayaan digital (β = 0,388; p < 0,001) dan transaksi berkelanjutan (β = 0,165; p < 0,01); (3) kepercayaan digital berpengaruh kuat terhadap keputusan transaksi berkelanjutan (β = 0,582; p < 0,001); dan (4) kepercayaan digital memediasi secara parsial pengaruh tata kelola privasi data (indirect effect β = 0,251; p < 0,001) maupun keamanan siber (indirect effect β = 0,226; p < 0,001) terhadap transaksi berkelanjutan. Model ini mampu menjelaskan 58,4% variansi kepercayaan digital dan 63,7% variansi keputusan transaksi berkelanjutan (R² = 0,637). Temuan ini menegaskan bahwa tata kelola privasi dan investasi keamanan siber bukan sekadar pos biaya kepatuhan teknis, melainkan diferensiator strategis yang esensial dalam membangun loyalitas ekonomi digital di Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 ENTREBIS: Jurnal Entrepreneurship dan Bisnis Digital

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.