AI GOVERNANCE DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN DALAM BISNIS DIGITAL: PERAN MEDIASI PERCEIVED FAIRNESS DAN MODERASI TRANSPARANSI ALGORITMA

Penulis

  • Jan Tikoalu
  • M.Si
  • Sharon C. C. Angela Karu
  • Hence Kandow

Abstrak

Kecerdasan artifisial (AI) kini menjadi instrumen utama dalam penetapan harga dinamis, kurasi produk, dan penilaian kelayakan kredit pada platform bisnis digital. Namun, sifat kotak hitam (black-box) algoritma sering kali menimbulkan kecemasan konsumen terhadap bias dan ketidakadilan sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh AI governance terhadap kepercayaan konsumen digital, menganalisis peran mediasi perceived fairness, serta menguji efek moderasi transparansi algoritma. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyurvei 280 konsumen aktif platform e-commerce dan aplikasi finansial digital di Indonesia. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil pengujian menunjukkan bahwa: (1) AI governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived fairness (β = 0,482; p < 0,001) dan kepercayaan konsumen (β = 0,215; p < 0,001); (2) perceived fairness berpengaruh kuat terhadap kepercayaan konsumen (β = 0,514; p < 0,001); (3) perceived fairness memediasi secara signifikan pengaruh AI governance terhadap kepercayaan konsumen (indirect effect β = 0,248; p < 0,001); dan (4) transparansi algoritma memoderasi secara positif hubungan antara AI governance dan perceived fairness (β = 0,195; p < 0,001). Total variansi kepercayaan konsumen yang dijelaskan model mencapai 61,8% (R² = 0,618). Penelitian ini membuktikan bahwa kepatuhan tata kelola AI yang diperkuat oleh kejelasan informasi algoritma mampu membangun rasa keadilan konsumen, yang pada gilirannya mengukuhkan kepercayaan dan loyalitas transaksi digital jangka panjang.

Unduhan

Diterbitkan

2024-06-15

Terbitan

Bagian

Articles